Minggu, 14 Maret 2010

cedera engkel

Pendahuluan

 Dalam setiap aktifitas olahraga yang dilakukan pasti tidak akan bisa terlepas dari apa yang disebut cidera. Pada umumnya bentuk-bentuk cidera yang dialami oleh atlet tergantung dari jenis dan karakteristik cabang olahraganya . semisal olahraga yang mengunakan raket maka resiko cidera yang dialami oleh atlet cenderung lebih dominan pada bagian tangan namun tidak menutup kemungkinan cidera dibagian badan yang lain juga mengalaminya seperti pada bagian kaki. Hal tersebut terjadi karena dalam olahraga seluruh bagian badan atau tubuh pasti akan ikut bergerak. Setiap bagian badan yang mendapatkan beban berlebih maka resiko untuk mengalami cidera pasti lebih besar dari bagian badan yang tidak mengalami beban berlebihan.
 Adapun pembahasan dalam makalah ini akan difokuskan pada cidera engkel dan rumusan masalah yang diangkat dalam pembahasan ini antara lain apa yang disebut cidera engkel, cidera engkel terjadi diakibatkan karena apa, macam-macam bentuk cidera engkel, Struktur otot dan tulang apa saja yang berhubungan dengan cidera engkel, dalam olahraga apa saja cidera engkel terjadi, bagaimana cara menangani cidera engkel.
 Tujuan dari rumusan masalah diatas adalah agar kita mengetahui cidera engkel terjadi disebabkan karena apa, bagian tulang dan otot mana yang mengalami masalah dan beagaimana cara mengatasi cidera tersebut. Dengan uraian dalam makalah ini diharapkan kita bisa mengetahui dan menangani serta memberikan pertolongan pertama apabila kita menemukan ada orang yang mengalami cidera engkel dalam aktifitas khususnya aktifitas olahraga.








Pembahasan

 Cedera pergelangan kaki atau yang biasa disebut cidera engkel merupakan cidera akut yang sering dialami oleh para olahragawan. Adapun cidera engkel terjadi ini karena adanya penekanan melakukan gerakan secara tiba-tiba atau beban pada pergelangan kaki terlalu berat yang menyebabkan otot atau tulang yang ada dipergelangan kaki ini tidak sanggup menahan beban itu yang berefek pada retaknya tulang atau robeknya ligament pada persendian pergelangan kaki. 
Yang disebut cidera engkel adalah apabila bagian tulang atau otot disekitar pergelangan kaki ini mengalami cidera baik ringan atau berat. Yamg dimaksud terjadi cidera ringan adalah apabila dalam struktur atot atau ligament dibagian engkel ini terjadinya robekan pada calcaneo fibular ligamen, anterior talofibular ligamen, otot tendo Achilles, otot gastroknemius, otot seleus, namun apabila sampai terjadi retak pada tulang tibia atau talus atau sampai terjadi putus pada bagian otot-otot seperti otot tendo atau gastroknemius dan pada ligament maka cidera tersebut tergolong cidera akut. 

Cidera engkel bisa terjadi atau dialami hampir pada semua cabang olahraga ini terjadi karena memang bahwa dalam melakukan aktifitas olahraga bagian kaki akan mendapatkan beban yang relative berat hal ini terjadi karena secara anatomis kaki adalah penopang dari beban badan secara keseluruhan. Adapun kalau dilihat dari karakteristik olahraga yang memungkinkan terjadinya cidera engkel lebih besar antara lain olahraga sepakbola, bola voli, bola basket, bulu tangkis, lari gawang, lompat jauh dll.
 Apabila dilihat dari sebab terjadi cidera maka bisa dibagi menjadi dua faktor. Adapun factor yang pertama adalah disebabkan karena faktor intern atau dari si atletnya sendiri seperti :
 Adanya kelainan bentuk anatomi pada tubuh seperti kaki flat.
 Umur yang sudah terlalu tua dan melakukan olahraga yang tergolong berat.
 Melakukan latihan teralalu berat maka resiko terjadinya cidera semakin besar.
 Kurang menguasainya teknik sehingga memungkinkan gerakan yang dilakukan salah dan resiko terjadinya cidera meningkat.
 Saat melakukan olahraga tidak dalam kondisi sehat, baik sehat jasmani atau rohani.
Sedangkan faktor yang kedua adalah faktor eksternal yaitu faktor yang mencangkup peralatan atau fasilitas serta lingkungan seperti :
 Penggunaan sepatu yang tidak sesuai dengan ukuran kaki.
 Tidak memakai alat pelindung seperti decker engkel.
 Lintasan atau lapangan yang tidak memadai seperti terlalu keras atau licin.
 Suhu atau kelembaban lingkunagan.
 Cara penangananya pada cidera engkel pada garis besarnya hampir sama dengan cidera pada umumnya. Apabila atlet mengalami cidera engkel yang tergolong ringan semisal terjadi robekan atau tarikan pada otot dan ligamen yang tak ada ganngguan fungsi yang diakibatkan maka pertolongan pertama adalah mengunakan metode RICE. Apabila atlet masih mengalami rasa sakit saat melakukan olahraga maka si atlet harus berhenti olahraga dan dibawah ke dokter hal ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya suatu cidera yang lebih parah dan untuk menjaga keselamatan serta masa depan si atlet.
 Sedangkan apabila sampai terjadi cidera yang tergolong berat semisal mengalami retak pada tulang di sekitar daerah engkel seperti pada tulang talus atau tibia dan otot tendo atau ligamen mengalami putus maka pertolongan pertama adalah menggunakan metode RICE setelah itu atlet atau orang yang mengalami cidera harus dibawah ke dokter untuk ditangani secara intensif. 
 Cara untuk mencegah terjadinya cidera engkel pada khususnya adalah 
 Sebelum melakukan aktifitas olahraga terlebih dahulu diusahakan melakukan pemanasan dan pelemasan pada persendian serta pada otot-otot pada bagian kaki.
 Dalam melakukan aktifitas olahraga atlet harus dalam keadaan sehat jasmani dan rohani.
 Memakai alat pelindung seperti deecker engkel.
 Memakai sepatu yang ukuranya sesuai dengan ukuran pada kaki.
 Berusaha untuk melakukan olahraga atau latihan secara teratur dan terprogram.  
























Daftar pustaka

Agus dkk, makalah cidera pencak silat, 2008
Intenet, cidera engkel, google, 2008  
dr. endang, silabus pencegahan cidera, 2008 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar